Hasil Percobaan Antena Flat 18 dBi & Wajan Bolic dengan Transmiter OMNI buatan 14 dBi


Lega deh rasanya bisa membuat antena sendiri untuk berinternetan ria. Apalagi harga jual untuk Antena Flat 18 dBi buatan kami berkisar antara 1-1,3 Juta. Padahal secara total keseluhan biaya pembuatan untuk membuat satu antena hanya berkisar antara 250-350 ribu.

Kebetulan saya, Johan dan fajar mendapar proyek di kantor dengan nama “SEAMOLEC 5 Kilo”. Jadi dalam radius 5 kilo dari kantor, harus bisa terkoneksi ke internet semua. Khususnya sekolah-sekolahan. Nah, maka dari itu saya dan diaz belajar membuat antena kepada Pak Sindu. Orang IT Indonesia dari Jakarta.

Setelah seminggu belajar sekaligus membuat antena flat 18 dan 21 dBi, sekarang tibalah saatnya melakukan percobaan untuk menembak OMNI di atap gedung kantor dengan antena bikinan kita. Untuk percobaan kali ini, kami mengetest dari jarak 200 meter, tapi masih belum LOS (Line Of Sight). Masih terhalang oleh banyaknya pohon rimba dan bangunan-bangunan yang tinggi. Namun kami tetap mencoba sampai titik keringat penghabisan,, hehehe🙂

Percobaan pertama, kami menggunakan wajan kesayangan kami, yaitu wajan bolic. Namun hasilnya negative, belum memuaskan hawa nafsu kami🙂 Dan sedikit menciutkan sedikit semangat kami. Untuk hasil risetnya, bisa dilihat dibawah ini.

Menggunakan –Wajan BOLIC–


Namun dengan tekad dan semangat yang masih tersisa, kami berusaha bangkit dengan mencoba alternatif lain, yaitu menggunakan antena buatan kita yang satunya. Yaitu antena flat 18 dBi. Setelah klik sana klik situ, tancep sana tancep situ, akhirnya selesai juga menyiapkan antena flat di atas genteng lantai 2. Si diaz yang bagian muter-muterin antena di atas genteng ato bahasa kerennya Pointing, sedangkan saya bagian mengetest sinyal dan memantau perkembangan sinyal yang ada. Kemudian kami coba scan, dan ternyata dapet banyak skali wirelessnya. Kemudian kami connect kan ke SEAMOLEC001 yang merupakan OMNI dari SEAMOLEC. Dan akhrinya bisa connect juga, trus kami melakukan ping sana dan ping situ, dan ternyata nyambung juga. Setelah itu kami mengetest koneksi dengan membuka situs dan membuka PidGin (Chat Client Linux). Meskpiun sinyalnya cuman 41% dikarenakan banyaknya pohon yang menghalangi, namun koneksinya relative stabil.

Menggunaka — Antenna Flat —


Tetapi dengan mengunakan Antenna flat dengan ponting yang sangat mantap(cuma istilah) akhirnya kita dapat memfokuskan pada OMNI Seamolec dan akhirnya mendapatkan sinyal seperti di bawah ini….

Dikarenakan saya sudah kepanasan di atas sana, jadi kami pun mengakhiri percobaan ini dengan hasil yang cukup menyenangkan. Uupss… kami kelupaan untuk mendokumentasikan proses pointing di atas genteng tadi, terpaksa deh saya suruh johan yang naik ke atas genteng dan melakukan proses pointing (kasihan lah saya masak kepanasan sendirian,, sudah kepanasan , gak ada ojek , becek).


Sampai jumpa di percobaan yang lainnya…🙂 Oke

Hasil Percobaan Antena Flat 18 dBi & Wajan Bolic dengan Transmiter OMNI buatan 14 dBi

3 thoughts on “Hasil Percobaan Antena Flat 18 dBi & Wajan Bolic dengan Transmiter OMNI buatan 14 dBi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s